Ada langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bangsa kita:
1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan semakin parah.
2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya, maka harga saham a kan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi semakin parah.
3. Jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan inflasi dalam negeri akan semakin menggila.
4. Jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat berlalu. Perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional. Cadangan devisa kita cukup kuat. Jika anda panik dan ikut ikutan menarik deposito, menjual saham, dan memborong dolar, maka anda ikut memberikan kontribusi pada semakin dalamnya krisis di Indonesia.
Tetapi tentu ini merupakan pilihan bebas. Tidak ada yang dapat melarang anda. Hati nurani yang bicara. Pilihan yang sulit bagi yang berduit, tetapi silahkan memilih.

afiah irawan
said:
|
... Thanks for the tips ! Memang tidak perlu mencairkan deposito, kan dana yang dijamin jumlahnya dinaikkan sampai Rp 2 M (mulai l3 oct ),malah ibu menteri bilangnya 2 milyar dollar...hehehe....(ternyata salah bicara, duh ibu udh pengen cepet2 borong dollarkah?) Sekarang waktu yang tepat untuk beli saham (maunya sih , tapi engga ada uang...), tapi untuk menjual no way , sayang ,pasti rebound (betul kata ibu Desi ), terus ...untuk membeli US$ ? juga no way , I love my country, i love rupiah... |
|









